Miliarder & Mahasiswi Berhijab

Ini adalah cerita fiksi. Nama saya Icang, seorang pria berusia dua puluh lima tahun. Sebagai anak tunggal dari orang tua yang sukses, saya mewarisi kekayaan dan sejumlah perusahaan setelah kepergian mereka. Tanggung jawab operasional perusahaan telah saya serahkan kepada Pak Wanto, direktur utama yang handal, memberikan saya kebebasan untuk menjalani hidup sesuai keinginan.
Kehidupan lajang saya, meskipun memberikan kebebasan, juga menghadirkan kesendirian. Keinginan untuk memiliki pendamping hidup terasa semakin kuat, namun gagasan pernikahan masih terasa menakutkan. Saya menginginkan keintiman, namun menolak untuk mencari pelampiasan dalam hubungan yang bersifat sementara atau yang melibatkan pekerja seks komersial; bukan karena moralitas, melainkan karena preferensi pribadi. Setelah merenungkan situasi ini cukup lama, sebuah ide, yang saya akui cukup kontroversial, tercetus dalam benak saya.
Ide itu berpusat pada pendirian sebuah kos-kosan khusus untuk mahasiswi berhijab. Alasan di balik ide ini—saya akui dengan jujur—lebih kompleks daripada sekadar bisnis. Saya memiliki rasa ingin tahu yang kuat, sebuah keinginan untuk memahami perempuan yang seringkali digambarkan sebagai sosok yang misterius dan terjaga. Keinginan untuk mengeksplorasi hubungan yang lebih intim dengan mereka, namun diluar konteks pernikahan tradisional, mendorong rencana ini. Untuk mencapai tujuan ini, saya membutuhkan bantuan. Saya menghubungi dua teman dekat, Gerry dan Jaka, yang sama-sama berasal dari latar belakang keluarga berada.
"Halo, Ger," kata saya melalui telepon. "Ajak Jaka ke rumahku. Ada hal penting yang perlu kita bahas. Kau pasti akan menyukainya."
Gerry menjawab dengan nada bersemangat, "Wah, sepertinya ini rencana yang menarik! Aku dan Jaka segera ke sana."
Tak lama kemudian, bel pintu berdering. "Teng tong!"
"Woi, Bro!" sapaku ketika mereka tiba. "Akhirnya kalian berdua datang juga. Ayo masuk! Aku punya rencana yang sangat brilian."
Jaka tertawa, "Setan kau, Bro! Wkwkwk. Oke."
e” bro. Siapp.”
Kamipn duduk di sofa ruang tamu. Guepun mulai menjelaskan rencana yg akan gue lancarkan.
Icang : “Gimana bro ?” Gerry : “Wuih mantap nih bro. Gue suka rencana lho. Hahaha.” Jaka : “Bener bro. Tapi gimana caranya ?” Icang : “Gini bro. Gue kan ada kos nganggur. Nah nanti kita set ulang dan kita kasih kamera pengintai di setiap ruangan termasuk di kamar dan kmr mndi. Nah nanti kita ancam mereka dgn video bugil mereka. Setelah itu jadilah mereka budak bercinta kita. Wkwkwk.”
Gerry : “Lho emang jenius bro. Terus gimana supaya mrka tdk curiga dgn rencana kita ?” Icang : “Gampang nanti kita sewa orang untuk pura” jadi pemilik kos. Nanti kita minta ia memakai jilbab lebar dan berpura” alim. Jadi nanti calon penghuni gk akan curiga. Gue jg udah tau siapa yg bisa ita sewa.”
Akhirnya Jaka dan Geery plg ke rumah. Keesokan harinya di rumah gue ada suara bel.
“Teng tong”
Pintupun terbuka dan ada sesosok wanita tomboy. Ternyata itu Elma.
Icang : “Oh elma. Ayo masuk.” Elmapun msuk dan duduk disofa dgn gaya premannya. Elma : ” Gede jg rumah lho. Ngomong” ada perlu apa ma gue. Ada masalah dgn musuh” lho ?” Icang : “Oh gak”. Gue cuma ada penawaran kerja buat lho. Bayarannya gede. Dan ada bonus rumah plus mobil jika berhasil. Mau ?” Elma : “Wuih gile. Ya jelaslah gue mau. Emang kerjanya ngapain ?” Guepun mnjlskn rencanaku kpd Elma. Icang : “Gimana ? Bisa ?” Elma : “Oh gampang kalau gitu mah. Gini” gue jg bisa feminim. Tpi gue ikutan nyiksa mereka ya nanti. Gue jago nyiksa wanita. Hehehe.” Icang : “Itumah gmpng. Yg penting rencana kita sukses terlebih dahulu. Hahaha. Ini gue kasih duit buat beli jilbab lebar. Yg bnyk belinya.” Elma : “Siap pak bos. Hahaha.”
Satu persatu rencana mereka lakukan. Namun setelah seminfgu resmi dibuka blm jg ada yg berminat. Akhirnya di hari ke delapan ada akhwat cantik kenikmatans berjilbab lebar datang ke kos”an ku. Ia memakai jilbab pin. Dan ku terus melihatnya melalui monitor pengintai du ruang kerja.
“Assalamu’alaikum.” Suara lmbut yg keluar dr bibir kenikmatans seorang akhwat cantik. Elma : “Wa’alaikumsalam. Ada yg bisa sata bantu ?” Vina : “Saya Vina. Saya sdg mncri kos”an. Kebetulan saya baca di brosur kalau di sini menerima akhwat yg berjilbab besar. Jadi saya sangat tertarik tgl disini. Dan terlebih yg punya berjilbab lebar lg. Hehe.”
Elma : “Bener bgt. Kos”an ini emang khusus buat akhwat seperti km. Tpi kos di sini mahal lho. Tpi fasilitasnya lengkp lho ada fasilitas plusnya jg. Hehe.” Vina : “Ya gpp mahal. Asal penghuninya akhwat semua. Tpi fasilitas plusnya apa ya ?” Elma : “Oh itu rahasia. Pastinya kalau km sudah dpt fasilutas ini psti ketagihan deh. Hehe.” Vina : “Ada” aja ibu nih. Hehe. Oh ya berapa bu biayanya.”
Elma : “Biayanya cuma 400 rb perbulan kok.” Vina : “Itumah namanya murah bu. Ibu nih ada” aja. Oh ya ini bu uangnya.” Elma : “Iya ya. Hehe. Oh ya terima kasih. Ini kuncinya dan kamar km nomor 1. Silakan bawa brg” km ke dalam.” Vina : “Oh ya bu terima kasih. Saya masuk dulu.”
Vinapun beranjak menuju kamarnya dan beristirahat sejenak.
Dari depan monitor gue mengocok” rudal gue karena masih membayangkan gimana nikmatnya punya budak bercinta secantik Vina. Pasti sangatlah nikmat jika bisa menggenjot akhwat cantik jilbab lebar. Vina tak tahu ancaman apa yg sdg menunggunya.
Bersambung. .
Maaf sepertinya update akan agak lama.
Komentar
Posting Komentar