Rahasia Nenekku

Nama saya Arif, dan saya tinggal bersama orang tua dan nenek saya di sebuah desa kecil di pinggiran kota. Keluarga kami sederhana; Ayah saya bekerja sebagai buruh pabrik, Ibu saya berjualan pakaian, dan Nenek saya mengurus rumah tangga. Saat pandemi Covid-19 melanda, sekolah diliburkan, dan saya menghabiskan waktu liburan dengan pengalaman yang ingin saya ceritakan.
Nenek saya, Mursalina, dan orang tua saya, Indah dan Parjo, sangat berarti bagi saya. Rumah kami sederhana, terbuat dari kayu, dan kamar mandi yang bersekat papan kayu itu terletak berdekatan dengan ruang televisi. Sebagai anak yang pendiam, saya sering menghabiskan waktu di ruang televisi.
Saya memperhatikan rutinitas pagi Nenek. Beliau selalu mencuci pakaian di pagi hari sebelum mandi, mengenakan pakaian dalam yang sederhana. Karena letak kamar mandi dan ruang televisi yang berdekatan, saya terkadang tanpa sengaja melihatnya. Hal ini membuat saya merasa canggung dan tidak nyaman. Saya menyadari bahwa perilaku saya tidak pantas, dan saya menyesali rasa ingin tahu yang berlebihan itu.
Suatu pagi, setelah Nenek selesai mencuci pakaian dan masuk kamar mandi, rasa ingin tahu saya kembali muncul. Saya mengintip dari celah papan kayu, dan menyadari betapa tidak pantas dan tidak senonoh perilaku saya. Saya merasa bersalah dan malu atas tindakan saya. Saya segera meninggalkan tempat itu.
Pada siang harinya, Nenek beristirahat di ruang televisi dengan mengenakan daster. Beliau berusia sekitar 50-an tahun dan memiliki tubuh yang berisi. Kami sering duduk berhimpitan saat menonton televisi, dan kedekatan fisik ini membuat saya semakin tidak nyaman dengan pikiran-pikiran yang muncul dalam benak saya. Saya menyadari betapa pentingnya untuk menghargai privasi orang lain dan mengendalikan dorongan-dorongan yang tidak sehat. Kejadian-kejadian ini telah mengajarkan saya pelajaran berharga tentang rasa hormat dan batasan yang seharusnya ada dalam sebuah keluarga.
g nenekku yang sedang tidur …ku buka celana kolor ku lalu ku keluarkan rudalku yang sudah tegang kemudian ku kocok perlahan lahan serta ku tempel tempelkan di bokongnya …Dnegan posisi miring terus aku mengocok lalu kurasa akan muncrat pejuhnya ku tempelkan di bokong nenekku hingga pejuhku keluar di bagian bokongnya…
Sekitar jam 6 aku di bangunkan oleh nenekku kali ini aku kaget dia memakai bh yang tadi ku buat onani …dalam pikir ku sudah kering belum ya pejuhku tadi pagi …apakah nenekku tau apa tidak ya…pikiran ku selalu bertanya tanya seperti itu…
POV nenek
Setelah sholat subuh di mushola dekat rumah ku kemudian aku pulang …kebiasaan ku setiap sholat subuh pakaian dalam ku selalu ku lepas sebelum sholat karena kotor semalaman di pakai…namun kali ini aneh saat aku mau memakai bh ku yang ku gantungkan di kamar mandi ada cairan kental begitu banyak di cup bh ku…ku cium ternyta adalah sebuah sperma …masa anakku parjo dia masuk malam pasti ini ulahnya Arif karena dia laki laki satu satunya di sini…
Ada rasa aneh saat aku mencium bau pejuhnya Arif …tiba tiba ada rasa yang aneh di tubuhku ..ya aku terangsang sudah lebih 10tahun tubuhku tak di sentuh laki laki setelah suami ku pergi meninggalkan dunia…
Dengan sendiri nya tangan ku mengarah ke mem3kku serta masih ku ciumi aroma pejuh cucuku…ku colok2 serambi lempitku sampai keluar kemudian ku pakai CD jarik dan bh ku meski bekas pejuh cucuku….
Komentar
Posting Komentar