Rahasia Miliarder Depok

Rahasia Miliarder Depok

Setahun lalu, sebuah kesempatan bisnis yang tak terduga muncul melalui Dedy, teman kuliah saya yang tekun dan berbakat dalam berwirausaha. Dedy mengenalkan saya pada Gunawan, seorang kenalannya yang berasal dari keluarga berada. Kekayaan keluarga Gunawan memang tampak melimpah, meski asal-usulnya tak saya ketahui pasti. Gunawan menawarkan koleksi lukisan dan patung antik milik keluarganya kepada Dedy, sebuah tawaran yang menarik minat teman saya. Sayangnya, kendaraan Dedy sedang digunakan, sehingga ia meminta bantuan saya untuk mengangkut barang-barang tersebut. Saya menyetujui permintaannya. Saya memahami bahwa Gunawan terdorong menjual koleksi tersebut karena kebutuhan finansial, mengingat Dedy menyebutkan kecenderungan Gunawan pada kebiasaan yang kurang baik.

Keesokan harinya, kami berangkat menuju kediaman Gunawan di Depok. Di gerbang rumah yang megah dan luas itu, kami disambut oleh dua petugas keamanan yang ramah. Setelah menjelaskan maksud kedatangan kami, mereka mengizinkan kami masuk dan menghubungi Gunawan. Saya tak dapat menyembunyikan kekaguman saya terhadap keindahan dan keluasan halaman rumah tersebut, yang mencerminkan kemewahan keluarga Gunawan. Sambil menunggu Gunawan yang sedang bersantap siang, kami berbincang dengan para petugas keamanan. Dari percakapan tersebut, saya mengetahui sedikit tentang gaya hidup Gunawan, yang rupanya dikenal cukup gemar bersosialisasi. Setelah beberapa saat menunggu, Gunawan akhirnya muncul. Pertemuan pertama ini meninggalkan kesan mendalam, terutama karena penampilan Gunawan yang...

liki wajah yang amat rupawan, walau saya pun seorang lelaki dan bukan seorang homo! ). Dedy memperkenalkan saya dengan Gunawan. Setelah itu Gunawan mengajak Dedy masuk ke rumah untuk melihat patung dan lukisan yang akan dijualnya.

Saya bingung apakah saya harus mengikuti mereka atau tetap duduk di pos satpam. Setelah mereka berjalan sekitar 15 meter dari saya, seorang satpam mengatakan sebaiknya kamu ( saya ) ikut mereka saja daripada bosan menunggu di sini ( pos satpam ). Saya pun berjalan menuju rumahnya. Ketika saya masuk , saya tidak melihat mereka lagi. Saya hanya melihat sebuah ruangan yang luas sekali dengan sebuah tangga dan beberapa pintu ruangan. Saya bingung apakah saya sebaiknya naik ke tangga atau mengitari ruangan tersebut ( sebenarnya bisa saja saya teriak memanggil nama Dedy atau Gunawan tapi tindakan itu sangat tidak sopan ! ).

Akhirnya saya memutuskan untuk mengitari ruangan tersebut dengan harapan dapat menemui mereka. Setelah saya mengitari, saya tetap tidak dapat menemukan mereka. Tapi saya melihat sebuah pintu kamar yang pintunya sedikit terbuka. Saya mengira mungkin saja mereka berada di dalam kamar tersebut. Lalu saya membuka sedikit demi sedikit pintu itu dan betapa terkejutnya saya ketika saya melihat seorang anak perempuan sedang tertidur dengan daster yang tipis dan hanya menutupi bagian atas dan bagian selangkangannya, saya bingung harus bagaimana !

Dasar otak saya yang sudah kotor melihat pemandangan paha yang indah, akhirnya saya masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup pintu itu. Saya melihat sekeliling kamar itu, kamar yang luas dan indah, beberapa helai pakaian SLTP berserakan di tempat tidur, dan foto anak tersebut dengan Gunawan dan seorang lelaki tua dan wanita tua ( mungkin foto orang tuanya ). Anak perempuan yang sangat cantik, kenikmatans dan kuning langsat ! lalu saya melangkah lebih dekat lagi, saya melihat beberapa buku pelajaran sekolah dan tulisan namanya : Elvina kelas 1 C. Masih kelas 1 ! berarti usianya baru antara 11-12 tahun. Lalu saya memfokuskan penglihatan saya ke arah pahanya yang kuning langsat dan indah itu !.

Ingin rasanya menjamah paha tersebut tapi saya ragu dan takut. Saya menaikkan pandangan saya ke arah dadanya dan melihat cetakan pentil susu di helai dasternya itu. Dadanya masih kecil dan ranum dan saya tahu dia pasti tidak memakai pakaian dalam ( BH atau kutang ) di balik dasternya itu !. Wajahnya sangat imut, cantik dan kenikmatans ! Akhirnya saya memberanikan diri meraba pahanya dan mengelusnya, astaga….mulus sekali ! Lalu saya menaikkan sedikit lagi dasternya dan terlihatlah sebuah celana dalam ( CD ) warna putih. Saya meraba CD anak itu dan menarik sedikit karet CDnya , lalu saya mengintip ke dalam,….

Cerita Dewasa – Astaga ! tidak ada bulunya ! Jantung saya berdetak kencang sekali dan keringat dingin mengalir deras dari tubuh saya. Lalu saya mencium Cdnya, tidak ada bau yang tercium. Lalu saya menarik sedikit lagi dasternya ke atas dan terlihatlah perut dan pinggul yang ramping padat dan mulus sekali tanpa ada kotoran di pusarnya ! Luar biasa !

Otak porno saya pun sangat kreatif juga, saya memberanikan diri untuk menarik perlahan-lahan tali dasternya itu, sedikit-seditkit terlihatlah sebagian dadanya yang mulus dan putih ! ingin rasanya langsung memenggangnya, tapi saya bersabar, lalu saya menarik lagi tali dasternya ke bawah dan akhirnya terlihatlah pentil Elvina yang bewarna kuning kecoklatan ! Jantung saya kali ini terasa berhenti ! Sayapun merasa tubuh saya menjadi kaku. Jari sayapun mencolek pentilnya dan memencet dengan lembut payudaranya. Saya melakukankan dengan lembut, perlahan dan sedikit lama juga, sementara Elvina sendiri masih tertidur pulas. Setelah puas, saya menjilat dan mengulum pentilnya, terasa tawar.

Dasar otakku yang sudah gila, saya pun nekat menarik seluruh dasternya perlahan kearah bawah sampai lepas, sehingga Elvina kini hanya mengenakan celana dalam ( CD ) saja ! Saya memandangi tubuh Elvina dengan penuh rasa kagum. Tiba-tiba Elvina sedikit bergerak, saya kira ia terbangun, ternyata tidak, mungkin sedang mimpi saja. Saya mengelus tubuh Elvina dari atas hingga pusar/perut. Puas mengelus-elus, saya ingin menikmati lebih dari itu ! Saya menarik perlahan-lahan CD Elvina ke arah bawah hingga lepas. Kini Elvina telah telanjang bulat ! Betapa indahnya tubuh Elvina ini , gadis kelas 1 SLTP yang amat kenikmatans, imut dan cantik dengan buah dada yang kecil dan ranum serta serambi lempitnya yang belum ada bulunya sehelaipun !

Lalu saya mengelus bibir serambi lempitnya yang mulus dan lembek dan sayapun menciumnya. Terasa bau yang khas dari serambi lempitnya itu ! Dengan kedua jari telunjuk saya, saya membuka bibir serambi lempitnya dengan perlahan-lahan , terlihat dalamnya bewarna kemerah –merahan dengan daging di atasnya . Saya menjulurkan lidah ke arah serambi lempitnya dan menjilat-jilat serambi lempitnya itu. Rasanya deg-degan juga melakukan adegan itu. Aku tahu tindakan ini bisa ketahuan olehnya tapi kejadian ini sulit sekali untuk dilewatkan begitu saja ! Benar dugaanku !

Pada saat saya sedang asyiknya menjilat serambi lempitnya, Elvina terbangun ! Saya pun terkejut setengah mati ! Untung Elvina tidak teriak tapi hanya menutup buah-dadanya dan serambi lempitnya dengan kedua tangannya. Mukanya kelihatan takut juga. Elvina lalu berkata

” Siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan ?”. Saya langsung berpikir keras untuk keluar dari kesulitan ini !

Lalu saya mengatakan kepada Elvina: ” Elvina, saya melakukan ini karena Gunawan yang mengijinkannya !”, kataku yang berbohong. Elvina kelihatan tidak percaya lalu berkata

“Tidak mungkin, Gunawan kakakku !”. Pandai juga dia ! Tapi saya tidak menyerah begitu saja.

Cerita Sex Dewasa - Rahasia Miliarder Depok
Saya mengatakan lagi ” Elvina, saya tahu Gunawan kakakmu tapi dia punya hutang yang amat besar pada saya, apakah kamu tega melihat kakakmu terlibat hutang yang amat besar ? Apakah kamu tidak kasihan pada Gunawan ?, kalau dia tidak melunasi hutangnya, dia bisa dipenjara ” kataku sambil berbohong . Elvina terdiam sejenak.

Saya berusaha menenangkan Elvina sambil mengelus rambutnya. Elvina tetap terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi kedua buah dadanya. Dia kelihatannya pasrah saja dan membiarkan tangannya ditarik oleh saya. Terlihat lagi kedua buah dadanya yang indah dan ranum itu ! Aku mencium pipinya dan berkata

“Saya akan selalu mencintaimu, percayalah !”. Aku merebahkan tubuhnya dan menarik tangannya yang lain yang menutupi serambi lempitnya. Akhirnya dia menyerah dan pasrah saja terhadap saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya langsung buru-buru membuka seluruh pakaian saya untuk segera menuntaskan ” tugas ” ini ( maklum saja, kalau terlalu lama, transaksi Gunawan dengan Dedy selesai, sayapun bisa ketahuan, ujung-ujungnya saya bisa saja terbunuh ! ).

Cerita Dewasa – Saya langsung mencium mulut Elvina dengan rakus. Elvina kelihatannya belum pernah ciuman sebelumnya karena dia masih kaku. Lalu saya mencium lehernya dan turun ke arah buah dadanya. Saya menyedot kedua buah dadanya dengan kencang dan rakus dan meremas-remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat, Elvina kelihatannya kesakitan juga dengan remasan saya itu, Sayapun menarik-narik kedua pentilnya dengan kuat !

“Sakit kak ” kata Elvina. Saya tidak lagi mendengar rintihan Elvina. Saya mengulum dan menggigit pentil Elvina lagi sambil tangan kanan saya meremas kuat pantat Elvina. Setelah puas, saya membalikkan badan Elvina sehingga Elvina tengkurap.

Saya jilat seluruh punggung Elvina sampai ke pantatnya. Kuremas pantat Elvina kuat-kuat dan saya buka pantatnya hingga terlihat anusnya yang bersih dan indah. Kujilat anus Elvina, terasa asin sedikit ! Dengan jari telunjuk, saya tusuk-tusuk anusnya, Elvina kelihatan merintih atas tindakan saya itu. Saya angkat pantat Elvina, saya remas bagian serambi lempit Elvina sambil ia nungging ( posisi saya di belakang Elvina ). Elvina sudah seperti boneka mainan saya saja !. Setelah puas , saya balikkan lagi tubuh Elvina sehingga ia terlentang, saya naik ke atas kepala Elvina dan menyodorkan rudal saya ke mulut Elvina.

” Jilat dan kulum !” kataku. Elvina ragu juga pada awalnya, tapi saya terus membujuknya dan akhirnya ia menjilat juga. rudal saya terasa enak dan geli juga dijilat olehnya, seperti anak kecil yang menjilat permen lolipopnya.

“Kulum !” kataku, dia lalu mengulumnya. Saya dorong pantat saya sehingga rudal saya masuk lebih dalam lagi, kelihatannya dia seperti mau muntah karena rudal saya menyentuh kerongkongannya dan mulutnya yang kecil kelihatan sulit menelan sebagian rudal saya sehingga ia sulit bernapas juga. Sambil ia mengulum rudal saya, tangan kanan saya meremas kuat-kuat payudaranya yang kiri hingga terlihat bekas merah di payudaranya. Saya langsung melepaskan kuluman itu dan menuju ke serambi lempitnya.

Saya jilat serambi lempitnya sepuas mungkin, lidah saya menusuk serambi lempitnya yang merah pink itu lebih dalam, Elvina menggerak-gerakkan pantatnya kiri-kanan, atas-bawah, entah karena kegelian atau mungking ia menikmatinya juga. Sambil menjilat serambi lempitnya, kedua tangan saya meremas-remas pantatnya.

Akhirnya saya ingin menjebol serambi lempitnya. Saya naik ke atas tubuh Elvina, saya sodorkan rudal saya ke arah serambi lempitnya. Elvina kelihatan ketakutan juga,

” Jangan kak, saya masih perawan !”, Nah ini dia ! saya membujuk Elvina dengan rayuan-rayuan kenikmatans. Elvina terdiam pasrah. Saya tusuk rudal saya yang besar itu yang panjangnya 18 cm dan diameter 6 cm ke serambi lempitnya yang kecil sempit tanpa bulu itu ! Sulit sekali awalnya tapi saya tidak menyerah. Elvina Gadis SMP, saya lebarkan kedua kakinya hingga ia sangat mengangkang dan serambi lempitnya sedikit terbuka lagi, saya hentakkan dengan kuat pantat saya dan akhirnya kepala rudal saya yang besar itu berhasil menerobos serambi lempitnya !

Elvina mencakar tangan saya sambil berkata ” sakitttt !!!” saya tidak peduli lagi dengan rintihan dan tangisan Elvina ! Sudah sepertiga rudal saya yang masuk. Saya dorong-dorong lagi rudal saya ke dalam lobang serambi lempitnya dan akhirnya amblas semua ! Dan seperti permainan bercinta pada umumnya, saya tarik-dorong, tarik-dorong, tarik-dorong, terus-menerus ! Elvina memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya. Tangan saya tidak tinggal diam, saya remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat hingga ia kesakitan dan saya tarik-tarik pentilnya yang kuning kecoklatan itu kuat-kuat ! Saya memainkan irama cepat ketika rudal saya menghujam serambi lempitnya.

Baru 5 menit saya merasakan cairan hangat membasahi rudal saya, pasti ia mencapai puncak kenikatannya. Setelah bermain 15 menit lamanya, saya merasakan telah mencapai puncak kenikmatan, saya tumpahkan air kenikmatan saya kedalam serambi lempitnya hingga tumpah ruah. Saya puas sekali! Kupeluk Elvina dan mencium bibir, kening dan lehernya. Kutarik rudalnya dan saya melihat ada cairan darah di sprei kasurnya. Habislah keperawanannya !.

Setelah itu saya lekas berpakaian karena takut ketahuan. Saya ambil uang 300.000 rupiah dari saku saya dan saya berikan ke Elvina ,

” Elvina, ini untuk uang jajanmu, jangan bilang ke siapa-siapa yah “, Elvina hanya terdiam saja sambil menundukkan kepala dan menutupi kedua buah dadanya dengan bantal. Saya langsung keluar kamar dan menunggu saja di depan pintu masuk. Sekitar 10 menit kemudian Gunawan dan Dedy turun sambil menggotong lukisan dan patung. Ternyata mereka transaksinya bukan hanya lukisan dan patung saja tapi termasuk beberapa barang antik lainnya. Pantasan saja mereka lama

Akhirnya saya dan Dedy permisi ke Gunawan dan ke kedua satpam itu. Kami pergi meninggalkan rumah itu. Dedy puas dengan transaksinya dan saya puas telah merenggut keperawanan adik Gunawan. Ha ha ha ha ha, hari yang indah dan takkan terlupakan.

Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel