Rahasia Istri Pelaut

Rahasia Istri Pelaut

Pengantaran galon air minum ke rumah kakak kekasihku menjadi kenangan yang tak terduga. Biasanya, aku enggan, namun kali ini permintaannya membuatku merasa bertanggung jawab, terutama karena aku sendiri di rumahnya. Aku mengangkat galon itu dengan cekatan dan bergegas menuju tujuan, yang hanya beberapa rumah dari tempat kekasihku tinggal.

Sesampainya di sana, aku memanggil-manggil namanya, namun tak ada jawaban. Setelah mengetuk pintu beberapa kali tanpa hasil, rasa ingin tahu mendorongku untuk menelusuri jalan kecil di samping rumah. Saat mendekati jendela kamar kakak kekasihku, samar-samar kudengar suara yang cukup mengejutkan; suara-suara yang mengingatkan pada adegan-adegan dalam film dewasa.

Dengan hati berdebar, aku mengintip melalui celah jendela. Ternyata, kakak kekasihku sedang melakukan kegiatan pribadi yang melibatkan alat pijat punggung—alat yang sering ku gunakan saat berkunjung ke sana. Melihatnya, napasku tercekat. Gerakan tubuhnya, diiringi dengungan alat pijat tersebut, membuatku terpaku. Lenguhannya terdengar pelan, namun jelas. Aku mengamati cukup lama, perasaan campur aduk memenuhi pikiranku.

Setelah beberapa saat, kegiatannya berakhir. Segera setelah itu, aku mengetuk pintu kembali. Kali ini, pintunya terbuka. Ia muncul dengan wajah lesu dan rambut sedikit berantakan. “Kok lama, Mbak?” tanyaku sedikit menggoda. Ia menjawab dengan terbata-bata, “Tadi tidur sebentar.” Senyum kecil mengembang di bibirku. Aku tahu itu bukan kebenaran sepenuhnya. (Sebagai istri pelaut, aku bisa mengerti bagaimana ia mengatasi hasratnya selama ditinggal suaminya). Beberapa hari kemudian, aku kembali mengantar galon air...

Cerita Sex Dewasa - Rahasia Istri Pelaut
ah sang kakak itu. Pas kebetulan juga memang si kakak pesan. Segera meluncur aku kerumah itu dengan harapan bisa melihat momen itu lagi. Karena cuaca hari itu memang sangat mendukung dikarenakan dingin dan hujan. Sesampainya di depan pintu rumah aku mencoba membuka pintu rumah dan ternyata tidak dikunci. Segera masuk lah aku dengan mengendap dan ingin segera berlari menuju jalan kecil itu. Tapi alangkah kagetnya aku ternyata kakak itu bermasturbasi dengan keadaan pintu kamar tidak terkunci. Lama ku melihat kejadian itu, yang membuat “adik kecil” ini mengeras serasa mau keluar dari kandangnya. Entah setan dari mana aku kunci pintu depan dan masuk kekamar kakak itu, dan betapa kagetnya dia melihat aku. “tenang kak.. aku hanya ingin sedikit membantu” omongku.. dengan tanpa aku ijinkan kakak itu menjawab aku langsung menjongkokkan diri untuk melumat habis serambi lempitnya.

“sssttt… ssshhh” kini hanya terdengar suara itu meskipun dengan sedikit menahan kepalaku yang akhirnya dia melepaskan juga. “teruss dik.. ssshh… it.. tuu dikk.. sedoot yang kenceng.. ssshhhhttt…. ohhh” sambil memegang kepalaku dan mendekatkan serambi lempitnya ke wajahku.

Terasa jembut yang sedikit lebat dan aroma yang khas, semakin kusedot “kacangnya” smakin naik pantatnya dan desahannya. Dan sedikit demi sedikit kumasukkan jariku kedalam liang serambi lempitnya. “ssshh.. ooohhh…. diikk…ahhh.. kakak mau .. ahhhh… “. Semakin kupercepat jariku bermain di serambi lempitnya. Dan akhirnya dia serambi lempitik panjang ” ahhhhh…. shhiiitttt… oohh..” dengan keadaan pantat terangkat dan tubuh bergetar dia mengeluarkan cairan kewanitaanya dan juga seperti air kencing. Seketika itu pula dia lemes dan sedikit kejang karena mengalami orgasmenya.

Kemudian aku bangkit dan tersenyum kemudian meninggalkan nya karena dalam pikiranku saat itu aku belum berani menidurinya. Disaat mau keluar menuju dapur kakak itu mengejarku dan menciumiku dengan nafsunya. Meskipun dia sedikit terengah engah. Dipojokkan aku sehingga membentur dinding dekat kamar mandi. Dengan nafsu dia menjilati leherku, semakin turun dan setelah hampir menyentuh resleting celana jeansku dia menatap aku lagi dengan tatapan yang nakal. Dan aku balas dengan anggukan, Segera dia buka celanaku, dan dengan sangat nafsu dan rakus dia menyedot dan mengulum semua rudal ku. Hanya terpejam ak merasakan sensasi itu., “dik.. sudah lama kakak ingin ml. tapi kakak takut ketahuan. sekarang terserah kamu dik mau apain kakak” celotehnya di saat mengulum rudalku. Tanpa memperdulikan omongannya kutekan kepalaku untuk lebih kenceng menyedot rudalku. Dia lubas abis sampai ke buah zakarnya. “ssshhhhh….(sambil mengocok rudalku) rudalmu enak dik.. gurihh.. sshhh…” aku hanya bisa tersenyum. dia lalu mendorongku lagi menuju sebuah tangga. Kemudian memelorotkan celanaku. Tak lama kemudian dengan wajah yang binal dan rambut yang terurai dia mengarahkan toketnya yang sedikit toge ke mukaku. Tanpa pikir panjang ku jilati toket itu meskipun puntingnya sedikit coklat karena maklum anak satu. “”ssshhh.. ouuuhh.. teruusss.. seddoott.. aahh.. ayoo sayang.. ssshhhhh”. Semakin panjang desahannya dan semakin meracau dia. Dia berbisik nakal “masukkan ya dik rudalnya ke serambi lempitku.. “sambil memegang rudalku dan mengarahkannya ke serambi lempitnya. Dengan gaya duduk yang toketnya tetap di wajahku dia naik menggoyangkan pantatnya dan menggoyangkannya.

Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel