Rahasia Dokter Cantik Itu

Setelah perpisahannya yang menyakitkan dari pernikahan yang singkat, Calista menemukan dirinya dalam situasi yang tidak terduga. Kekecewaan mendalam yang ditimbulkan oleh ketidakmampuan suaminya untuk memenuhi kebutuhannya secara intim telah meninggalkan luka yang dalam. Ia merasa hampa, dan mencari pengisi kekosongan tersebut. Dalam lingkungan kerjanya, ia terjerat dalam serangkaian hubungan yang rumit, mencari keintiman dan kepuasan yang selama ini ia rindukan. Hubungan-hubungan tersebut, sementara itu memberikan sensasi sesaat, namun tidak sepenuhnya mampu mengisi kekosongan yang mendalam di hatinya.
Salah satu hubungannya yang paling intens adalah dengan Adi, seorang rekan kerja yang lebih muda. Pertemuan-pertemuan mereka diwarnai oleh gairah dan keintiman yang saling memuaskan, namun dipenuhi dengan keraguan dan ketidakpastian akan masa depan hubungan mereka. Keduanya terikat oleh hasrat dan keinginan yang kuat, namun hubungan mereka tetap tanpa ikatan formal, mencerminkan kerumitan emosi yang mereka rasakan. Sentuhan Adi membangkitkan gairah Calista, namun kedekatan fisik mereka tidak sepenuhnya mampu mengobati luka batin yang masih menganga. Calista menyadari bahwa hubungannya dengan Adi, selayaknya hubungan-hubungan lainnya, hanyalah upaya sementara untuk melarikan diri dari kenyataan pahit yang dialaminya. Keinginan yang kuat akan keintiman fisik menjadi sebuah pelarian, bukan solusi yang sesungguhnya bagi kesepian dan rasa kehilangan yang terus menghantuinya. Ia merasa terjebak dalam siklus yang berulang, mencari kepuasan sementara yang selalu gagal memberikan kepuasan abadi. Ia bertanya-tanya kapan rasa hampa ini akan berakhir, dan apakah ia akan mampu menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Jejak masa lalunya yang menyakitkan, menghantui setiap langkahnya.
hh owhh. “Calista kian santer mendesah. Kali ini di iringi dengan goyangan meliuk bak ratu ular. Adi semakin menggila kejantanannya seperti diaduk-aduk oleh liang sempit Calista.
“Argghh ahhh,aku tidak tahan lagi sayang. “,erangnya langsung membalikkan posisi, pria itu mengambil kendali permainan.
Calista tersenyum puas, pipinya merah padam menahan sesuatu yang berdenyut di bawah sana. Adi dengan rakus meraup bibir bercintaynya, meremas dua gunung kembarnya tanpa ampun. Kali ini Calista dibuat blingsatan, dirinya terbang ke awan.
Bibir tebal Adi meraup dua buah asetnya yang semakin membesar, sungguh sangat bulat dan kenyal masih kencang sehingga adi sangat ketagihan.
“Pelan-pelan mas ini milikmu. ” engah Calista saat bayi besarnya mulai menyesapi dua gunung kembarnya.
“Ini nikmat sekali sayang aku suka, bagaimana jika ada isinya pasti kenikmatans sekali. “ucap Adi disela-sela aktivitasnya menyesapi buah persik Calista.
Pinggulnya ikut digoyang, karena rudalnya sudah terbenam hangat di liang serambi lempit Calista. Keduanya saling memuja, dan memberikan kemahiran terbaik mereka untuk saling memuaskan. “Awhh uhhh uhh aghh. “erang Calista kembali menggema.
Adi kerap menghentakkan miliknya,sehingga Calista terkejut dalam kenikmatan. Matanya sampai melotot karena ukuran rudal Adi tidak main-main. Mulutnya yang menganga menjadi santapan lezat bibir tebal Adi.
“Emmhh ahh. “Tidak ada nada yang merdu selain desahan dan erangan mereka kedua.
“Bagaimana sayang, apakah sudah panas. “goda Adi mengerling nakal.
Calista menggigit bibir bawahnya, jemari lentiknya memilin puting susu milik Adi dan memelintirnya lembut. Adi mengerang seperti binatang buas, titik sensitifnya selalu menjadi sasaran empuk Calista. Wanita muda itu bahkan asyik menjilati dan menyesapinya hingga menggigit kecil di sana.
“Rasakan ini sayang. ” Jlebb.. Slep…
“Awhh uuuh owhh. “erang Calista membusungkan dadanya, dia belum siap dihentak dan dihujam oleh rudal super milik Adi. Nafasnya terengah karena kewalahan, tangannya mencengkram punggung kokoh Adi.
“Kamu nakal mas ahh. “ucapnya sambil terus mendesah manja.
Adi tak menggubrisnya lelaki itu semakin mempercepat tempo sodokannya, hingga matanya merem melek dalam kenikmatan.
“Lebih keras lagi mas, ahh iyah terus di dalemin uhhh ouhh ahh. “erang janda muda itu. Racaunya menjadi pecut semangat bagi Adi, pria itu mengabulkan permintaan sang kekasih, keduanya seperti hiperbercinta.
Tidak pernah puas hanya dengan satu dua ronde, dalam semalam mereka bisa mencetak 5 sampai enam ronde. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya, padahal air conditioner sudah menyala. Kesan bercintay semakin terlihat, saat Calista meliuk-liuk mengimbangi hentakkan dan sodokkan Adi.
“Oughh sayang serambi lempit milikmu begitu hangat dan sempit, uhhh aku sudah tidak bisa menahannya lagi.”racau Adi yang sudah ingin menyemburkan cairan kentalnya.
Calista langsung mendorong tubuh Adi, wanita muda itu tidak rela jika harus mengakhiri pergulatan panasnya sekarang Dia belum puas, padahal sudah hampir satu jam Adi menggempur liang serambi lempitnya.
“Kenapa sayang? “heran Adi saat rudalnya terlepas dari dalam liang serambi lempit milik Calista.
“Jangan dikeluarkan dulu, aku belum puas. “ucap Calista jujur.
Adi paham dia tahu harus berbuat apa, menahan rasa yang tidak mudah untuk diungkapkan, lelaki itu merangkak ke atas tubuh Calista memberikan sentuhan di area sensitifnya, dia terus menyusuri setiap inci kulit putih sang wanita.
Hingga sampai di area selangkangannya, Adi melebarkan paha Calista melihat dengan bercintaama bagaimana daging kecil yang begitu indah, merekah berwarna merah menjadi pusat perhatiannya, lidahnya gatal pria itu langsung menyesapi daging tersebut hingga membuat Calista serambi lempitik nikmat.
“Awhh uhhh ahhh massshh. “erangnya meremas lembut rambut Adi, wajah pria itu terbenam di antara selangkangan Calista yang putih bersih tanpa noda, bahkan sang serambi lempit begitu harum dan legit, entah perawatan apa yang digunakannya untuk menjaga asetnya tersebut.
“Kamu nakal mas ihh. “racaunya manja.
Adi sedang asyik menarik klitoris Nawar, pria itu menggigit kecil benda bundar tersebut. Memberikan sensasi terbakar pada darah Calista, sungguh nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Calista tidak tinggal diam, tangannya meraih rudal jumbo milik Adi mengocoknya lembut sesekali cepat, hingga Adi serambi lempitik.
“Ahhh uhh ouhhh mas ahh , arghh. “lenguhan panjangnya terdengar merdu, disertai cairan hangat yang menyembur dan membasahi jemari Adi, yang berhasil mengobok-obok liang surgawinya.
Nafas Calista terengah, dia baru saja mencapai klimaks. Adi memberi jeda, untuk Calista mengatur nafasnya yang tersengal. Calista mencengkeram erat leher Adi,saat pria itu melenguh seperti binatang puas.
“Arghhh!! “erangnya menyemburkan lahar kental miliknya, di lubang serambi lempit Calista.
Pria itu tergeletak diatas dada montok Calista. Kontonya langsung mengecil nafasnya terengah peluh membasahi tubuhnya, hingga kulit keduanya lengket.
“Kamu luar biasa sayang hh. “ucapnya dengan nafas ngos-ngosan.
Calista pun masih sama wanita itu sedang mengatur nafasnya. Namun siapa sangka ,hanya jeda beberapa saat Calista kembali merangkak dan merangsang rudal Adi yang sempat tertidur, dia terus menerus merangsangnya.
Membuat lelaki itu blingsatan dan kembali tersulut. Nafsunya kembali terusik oleh perbuatan Calista. rudalnya langsung menegang tinggi,pria itu membaringkan tubuh polos Calista dan menggesek-gesekkan rudalnya diatas perut Calista. Adi menciumi leher Calista sambil berbisik lembut.
“Apa yang barusan masih kurang? ” dan sialnya Calista mengangguk malu-malu, sambil menggigit bibir bawahnya.
“Kamu memang wanita terhebatku. “pujinya meraih pucuk mungil Calista dan menggigit kecil.
Membuat lelaki itu blingsatan dan kembali tersulut. rudalnya langsung menegang tinggi,pria itu membaringkan tubuh polos Calista dan menggesek-gesekkan rudalnya diatas perut Calista. Adi menciumi leher Calista sambil berbisik lembut.
“Apa yang barusan masih kurang? ” dan sialnya Calista mengangguk malu-malu, sambil menggigit bibir bawahnya.
“Kamu memang wanita terhebatku. “pujinya meraih pucuk mungil Calista dan menggigit kecil.
Calista menggelinjang, badanya bergerak dengan erotis. Membuat Adi semakin tersulut gairah, lelaki itu langsung mengarahkan rudalnya ke dalam lubang serambi lempit Calista. Tiada hentinya mereka bercumbu berbagi peluh, namun belum ada tanda-tanda akan berhenti.
“Ahh sayang ahh. “Calista menjerit nikmat karena tangan Adi meremas kasar buah dadanya. Tangan nakal itu, terus menggerayangi dada Calista yang besar dan menggantung bebas.
“Ouhh sayang ini sangat nikmat. “erang Adi menusuk-nusukkan rudalnya dengan cepat. Lelaki itu mempercepat tempo sodokannya hingga akhirnya..
“Arghh aku keluar sayanghhh. “croot crott sebanyak dua kali Adi menyemprotkan lava putihnya.
“Kamu sangat nikmat sayang. “keduanya saling berpelukan,karena Calista juga sudah mencapai klimaks.
Wanita itu menggunakan kontrasepsi sehingga tidak takut hamil, dia lebih suka cairan kental Adi disemburkan di dalam rahimnya rasanya lebih nikmat. Hanya jeda sebentar,ternyata rudal Adi sudah menegang lagi.
“Ahh kenapa secepat ini sudah mengeras. “ucap Adi melihat rudalnya.
“Baiklah biarkan aku yang bekerja keras sayang. “Calista melakukan tugasnya, wanita itu duduk diatas perut Adi mengarahkan rudal itu dan..
Jlebb… Jlebbb…
Keduanya menambahkan satu ronde lagi, supaya rudal Adi tertidur dengan tenang.
“Ahh sayang sepertinya ini ronde terakhir,aku sudah mulai lelah.”ucap Calista bergoyang erotis di atas perut Adi.
Dua alat kelamin mereka masih menyatu, bahkan melesak hingga kedalam dan menembus dinding rahim Calista.
“Teruslah bergoyang sayang,rudalku seperti dipijat. “desah Adi di telinga Calista.
Wanita itu mengulum senyum, pipinya memanas rudal itu sangat besar membuat lubang serambi lempitnya penuh sesak oleh rudal milik Adi yang super besar.
“Biarlah seperti ini sayang,sampai aku puas. “kata pria itu menaik turunkan pinggul Calista.
Hingga rudalnya semakin melesak, membuat Calista melotot nikmat. Wanita itu melingkarkan tangannya dileher Adi,bibir mereka saling menyatu dengan goyangan senada semakin memperdalam hujaman rudal Adi.
Calista terus mengimbangi gerakan pinggul Adi, dia ikut naik turun sesekali memutar, sungguh rasanya sangat nikmat.
Tangan Adi tak berhenti terus meremas payudara montok Calista, sesekali menyusu hingga menggigit kecil pucuknya. Calista kali ini dibuat blingsatan, aksi Adi sungguh totalitas.
“Ugh uhh sayang ouhh. “erangnya.
“Kamu hanya milikku sayang. “Adi terus menyodokkan rudalnya, tanganya meremas bokong sintal Calista.Tubuh pria itu memegang gairahnya sudah dipuncak.
Goyangan erotis Calista membuatnya tidak tahan lagi. Dengan tempo yang lebih cepat Adi menusuk dan menghujamkan rudalnya semakin dalam. Jleb slep plok.
Suaranya begitu indah mengiringi desahan dan erangan kenikmatan dua insan tersebut. Tubuh keduanya saling menempel, memberikan sentuhan satu sama lain.
“Kamu sangat bercintay sayang. “puji Adi melihat Calista bergoyang erotis.
Adi terus menyodok liang Calista dari bawah, dengan menaikan pinggulnya.. Sudah sekian jam mereka habiskan dengan saling sodok tusuk dan tindih namun mereka belum ada yang menyerah. Hingga Adi merasa panas menjalar, dirinya akan segera sampai pada klimaksnya.
“Arghhh aku keluar lagi sayang.”kali ini Calista dan Adi keluar bersamaan.
Calista ambruk didada Adi dia memeluk erat tubuh kekar pria itu, entah seperti takut kehilangan atau memang sangat lelah, tapi pelukannya begitu erat.
“Biarkan tetap seperti ini dulu,aku hanya ingin selalu didekatmu merasakan detak jantungmu, jangan dicabut aku suka merasakan kehadirannya di bawah sana. “pinta Calista mengelus dada polos Adi.
Pria itu pasrah dan mengeratkan rengkuhannya dengan kejantanan masih saling menempel. Waktu sudah hampir pagi, setelah sekian ronde mereka habiskan untuk bergulat.
“Aku lelah kita bisa istirahat dulu. “ucap Adi yang langsung terpejam tanpa penutup, Calista pun demikian.
Mereka tidur dengan posisi saling berpelukan, alat kelamin mereka lepas dengan sendirinya. Hari sudah merambat naik, matahari sudah menampakkan sinarnya, cuaca hari ini sangat cerah dan cenderung panas.
Dua insan yang telah menghabiskan seluruh tenaganya untuk bergulat masih asyik terlelap, mereka memang libur bekerja.
Perselingkuhan antara Calista dan Adi terjadi lantaran suaminya yang loyo dan tidak mampu memberikan kepuasan. Calista, wanita yang memiliki libido yang tingg, sedangkan suaminya selain rudalnya kecil juga lemah syahwat.
Bersambung…
Komentar
Posting Komentar