Istri Dokter, Godaan di Dapur

Istri Dokter, Godaan di Dapur

Sudah tiga bulan berlalu sejak pertemuan saya dengan Pak Enri, dan ingatan akannya masih terasa begitu kuat. Kehadiran suami saya di Jakarta masih belum menentu, dan jujur saja, pikiran saya kerap melayang kepada kenangan indah itu. Rasa rindu yang mendalam membayangi, sebuah kerinduan yang sulit dijelaskan. Saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, namun bayangan-bayangan tertentu terus muncul di benak saya. Kenangan itu begitu memikat, dan saya mengakui bahwa saya menyimpan rasa sayang yang dalam kepada Pak Enri. Namun, saya ragu untuk menghubungi beliau. Bayangan pertemuan kami di dapur masih terukir jelas dalam pikiran, membangkitkan sensasi yang luar biasa. Perasaan ini cukup membingungkan, karena saya merasa bersalah terhadap suami saya. Saya ingin menjaga kesetiaan saya, namun godaan ini begitu kuat.

Secara tak sengaja, saya membuka aplikasi pesan dan melihat foto profil Pak Enri yang baru. Beliau tampak berfoto bersama beberapa kliennya yang terhormat. Secara tidak sengaja pula, jari saya menekan tombol "ping!" Detik-detik setelah itu terasa sangat menegangkan. Saya cemas beliau akan membalas pesan tersebut. Lalu, status "D" berubah menjadi "R", tanda bahwa pesan saya telah dibaca. Jantung saya berdebar kencang ketika muncul pemberitahuan "sedang mengetik...". Pesan dari beliau pun tiba: "Apa kabar Wie? Sudah lama tidak bertemu..." Gugup, saya membalas pesannya: "Iya Pak, maaf tadi tidak sengaja." Jawaban beliau membuat saya semakin penasaran: "hehe..iya tidak apa-apa, nanti sore ada acara? Ikut Om yuk, temani Om ada acara pertemuan di luar." Saya bertanya balik, "Tidak ada acara Pak... emang acara apaan? Kenapa mengajak saya?" Jawaban beliau singkat, "Iya... acara makan-makan biasa, kamu temani..."

om aja gpp, bisa ya? Pleease…om gada temen nih…lumayan kan itung2 makan gratis di hotel berbintang, hihhihi..” Lama ku tak membalas, kuberpikir beribu-ribu kali untuk menerima ajakan om Enri, gmn kl ada yg liat..? gmn kl ketauan istri om enri…gmn kalo…”PING!…PING!” tanpa sadar kubalas “iya deh om, wie ikut..” “naahhh gt donk…jam 4 om jemput ya…dandan yang cantik ya wie..?” Perasaan senang bercampur takut kini menggelayuti di kepalaku…aku juga ingin jalan sekedar refreshing karena bosan di rumah terus, tapi di sisi lain sbenarnya aku ingin mengajak om Enri untuk datang ke rumahku agar ia bisa menikmati tubuh telanjangku… payudara besarku…serambi lempit tembemku…tapi di rumahku…di rumah ini…bukan di tempat lain…aku hanya ingin leluasa berteriak..bebas karena gak ada siapapun di rumah ini…tapi…ahhh sudahlah… Jam menunjukkan Pkl. 15.30 WIB, akupun telah siap dengan baju semi formal yang baru ku beli lebaran kemarin. Kerudung Hana warna pink, lalu gamis mewah berwarna senada dengan motif bunga-bunga di ujungnya. Sedikit saja make up, lebih dari cukup untuk memperlihatkan kecantikanku, lipstik merah merekah, dan sedikit bloss on di pipi agar tampak memerah pipiku… ohh cantik sekali aku sore itu. “TIN..TIIIINNNN…!” suara klakson Avanza telah memecah kesunyian di rumahku saat itu, om Enri telah datang menjemputku..akupun bergegas keluar dan mengunci pintu. Sedikit senyuman kenikmatans saat aku menghampiri mobilnya, tampak om Enri yang ganteng dengan kacamata hitamnya duduk di kursi pengemudi. “kamu cantik banget Wie..” “Ahh biasa aja om…make up-nya juga sederhana aja ah..” “iyaaa…tp km ttp cantik qo…” Pipiku memerah, aku hanya bisa menahan senyum malu tanpa sepatah katapun keluar dari mulutku “yuk, berangkat om…nanti terlambat..” “ehh..iya, om mau ngasih surprize bwt kmu Wie..” “ehh..surprize apaan om…?” “pokonya surprize deh…” senyuman nakal itu kembali tersungging di bibirnya.. Aku tak banyak bertanya, hanya ribuan bayangan penasaran dan nyeleneh melintas di benakku saelama di perjalanan. Apa “surprize” nya..? pertanyaan itu belum terjawab hingga kami tiba di sebuah hotel berbintang 5 di bilangan Jakarta. Setelah kami masuk dan menaiki lift ke lantai…10…11…12…hingga 15 baru pintu liftnya terbuka. Ternyata, di hotel ini ada sebuah ruangan khusus yang bisa dipesan untuk kalangan tertentu, nampak di ruangan yang telah disetting seperti di sebuah restoran megah, sebuah meja bulat yang di atasnya telah terhidangkan makanan2 lezat ala Eropa, di sudut lain ada organ tunggal beserta 1 penyanyi wanita yang super bercintay, dan…astaga! di sudut lain ruangan itu tersedia sebuah kasur big size dengan spray warna putih bersih lengkap dengan handuk di sebuah meja kecil di sampingnya…Dahiku mengkerut, darahku mengalir deras…untuk apa kasur itu??? Perasaan takut kini menggelayut di kepalaku, sedikit ku menatap Om Enri…lagi2…senyum binalnya tersungging di bibirnya…”ohh tidak…” bisikku dalam hati…Lalu om Enri memegang tanganku sambil mendekatkan kepalanya ke arah wajahku.. “Wie…ini pertaruhan…tolong kerjasamanya Wie…karir om terancam kl sampe acara sore ini gagal…pokonya kmu harus turuti semua perintah om ya..?” Deg deg deg deg….! dugaanku semakin kuat, bibirku yang berbalut lipstik merah merekah hanya bisa menganga menampakkan kebercintaian bibirku…tanpa keluar sepatah katapun dan…clupppp…ciuman hangat berhasil melumat bibir kenikmatansku, begitu erotis…seolah rasa kangenku terobati, tapi sial…om Enri tak memberiku kesempatan untuk membalas pagutannya…ia melepaskan bibirnya sampai mengeluarkan suara..”clepappp..” Aku kembali terhipnotis dan mengangguk lugu… Tampak 4 orang lelaki gendut telah menunggu di meja makan, dua diantaranya berwajah lokal, satu chinise, satu lagi keturunan India. Entah kenapa serambi lempitku menjadi basah melihat keempat pria gendut itu… Om Enri pun menyapa mreka sambil menyalaminya satu-satu… “Halo ko Ichang…Mr. Ghandi…Pak Broto… Pak Joko….maaf menunggu lama…hehehe…ini kenalkan, keponakan saya yang tempo hari saya ceritakan Pak…” Sambil tersenyum aku pun menyalami mereka..”Selamat Sore pak…” satu-satu ku ketahui org chinese itu bernama Ko Ichang, matanya sipit, rambut kepalanya hampir habis, ternyata ia pemilik dealer mobil terbesar di Jakarta…satu lagi yang keturunan India bernama Mr.Ghandi, kulitnya hitam, matanya bulat dan hidungnya besar khas orang India, tidak terlalu gendut, pemilik perusahaan textil terbesar di pulau Jawa. Dua org lagi pak Broto dan Pak Joko, kakak beradik yang memegang perusahaan multinasional di Jakarta. ### Tak lama kamipun menyantap hidangan sambil bercengkrama. Diiringi lagu2 slow barat yang piawai dinyanyikan sang biduan… celoteh-celoteh jorok pun lama kelamaan menjadi bahan candaan mereka…aku hanya ikut tertawa kecil menghormati mereka dan om Enri, aku masih berusaha menahan diri karena aku masih lengkap mengenakan jilbab dan gamisku. Bagaimanapun aku harus berusaha tampil sebagai muslimah sholehah di muka umum, meskipun di dalam diri ini tersimpan hasrat yang luar biasa pada aktivitas bercinta yang sedikit ekstrim.. 1 jam berselang, santapanpun telah habis, lalu Om Enri segera memerintahkan seluruh pelayan untuk keluar ruangan, termasuk sang biduan… kini hanya kami ber enam di ruangan itu…dan hanya aku wanitanya…ya…seorang wanita berjilbab dan gamis kini berada di tengah-tengah 5 pria dewasa. Aku pikir acaranya selesai, tidak ada yang istimewa, hanya menekenikmatan makan sore menjelang malam, namun iringan lagu slow romantis masih diperdengarkan. Tapi dugaanku salah…salah besar… “Sesuai komitmennya pak Enri… kami akan menyimpan deposito sebesar Rp100 Milyar, asal birahi kami terlayani..” (sambil mata nya melirik binal ke arahku) APAAA…”Bi…birahi…” mataku terbelalak, saat Ko Ichang mengeluarkan statemen itu, tubuh yang terbalut jilbab dan gamis ini menjadi gemetar…mataku terbelalak hampir tak percaya apa yang telah diucapkan ko Ichang. Om Enri segera memegang tanganku dengan erat.. “Oh,. Itu..sudah saya siapkan koko…tenang saja…saya siapkan yang spesial… yang cantik, kulit putih, berjilbab, bibir merah merekah, hamil muda dan…tentu saja serambi lempit sempit…hahahaha….!” “Kalo gitu cepat saja pa Enri, saya butuh ‘makanan’ penutup” ujar Mr.Ghandi “Ayo Wie sayang…kita ke kasur itu…” sambil menunjukkan kasur putih di sudut ruangan Aku kaget…aku menolak…mataku nanar membayangkanapa yang akan terjadi terhadapku…”om…??” “Ssshhhh…kan om bilang, ini surprize buat kamu…Wie..please, jangan buat karir om hancur!” Aku hanya pasrah digiring om Enri diiringi gelak tawa pria2 gendut itu…sungguh menjijikan melihat tubuh mereka… “Eitss…sebentar pak Enri… saya gak suka langsung…ada ‘prolognya’ dooonk…(sambil memberikan isyarat mata) hahahaha…!” ujar Pak Joko. “wahhh fantasi pak Joko memang luar biasa…kl gitu cepat baringkan keponakan kamu di meja ini pak Enri..!” “Enggak om…pleease om…aku ga mauu…!” aku mulai terisak, air mataku tak tertahankan, tangisanku pecah di ruangan yang tertutup itu. Dinginnya AC sudah berubah menjadi panas hawa nafsu yang menggelegak dari ke lima pria di ruangan ini… Tenagaku lemah…om Enri memaksaku untuk berbaring di atas meja makan yang bulat. Aku terpekik kecil saat kepalaku terbentur meja “Ahhh!” Om Enri tetap memegangi kedua tanganku. Aku dipaksa terlentang di atas meja makan itu… Kini benar2 “surprize” om Enri akan terlaksana…Aku kembali menjadi pelacur om Enri…bahkan menjadi gundik berjilbab nasabah2 om Enri…sungguh hinanya aku… Kaki kiriku menjuntai ke bawah meja, sementara kaki kananku bersandar menapak di atas meja hingga membuat gamisku tersingkap ke arah pinggul…dadaku menjadi membusung, menambah erotis posisiku saat itu.. “Ouhhh enggak ooom…wie takut oom…” Aku merengek ketakutan mengharap mreka menghentikan penghinaan ini…tapi om Enri tak mempedulikanku, wajahnya seperti terangsang hebat melihat posisiku yang sangat menantang birahi. Tiba-tiba kedua kakiku ada yang memegang, dan menariknya ke arah yang berlawanan…”Ohhhh…!”Pak Joko dan pak Broto memegangi kedua kakiku hingga mengangkang, namun beruntung selangkanganku masih terhalangi oleh gamisku yang berwarna pink..”tolong pakk…jangan pakk…emmhhh” aku merengek meskipun nafsuku begitu menggelegak, perlakuan seperti pelacur ini belum pernah terbayangkan bakal aku alami secara nyata. Ko Ichang dengan mata sipitnya dan wajahnya yang memerah tanda nafsunya telah memuncak, telah bersiap menyantap selangkanganku…”Saya penasaran sama wanita berjilbab…karena selama ini Cuma dalam hayalan saya aja…hahaha! ternyata hari ini saya beruntung bisa ngewek sama pelacur berjilbab cantik ini…hahaha…!!!” kata-kata ko Ichang begitu menyayat hatiku, aku disebut pelacur berjilbab! Tapi serambi lempitku terus berkedut tanda nafsuku juga terus meningkat, darahku seolah mengalir ke satu titik…serambi lempit! Kaki ku terus berusaha berontak namun sia-sia, kini tenagaku habis, hanya peluh keringat membasahi wajah cantikku yang berbalut Jilbab Hana… badanku lemas, namun nafsuku semakin menggelegak justru saat diperlakukan tidak senonoh seperti pelacur ini. “Ayo koko…buka cangcutnya! Saya juga ga sabar liat serambi lempit berjilbab!” pekik liar pak Joko…lalu ko Ichang pun memelorotkan cdku…kini paha putih mulus dan berisi membuat mereka terpesona dan menganga…terutama di bagian selangkanganku yang terlihat tercukur rapih tanpa ada bulu yang menghalangi, serambi lempitku memerah merekah dan…basah!!! Kini hanya tersisa gamis dan jilbabku yang masih menempel di tubuhku Ko Ichang yang sedari tadi sudah ngiler seperti serigala yang siap menyantap buruannya, segera mengkorek serambi lempitku…membukanya lebar2 sampai sakit terasa..”AWWWWW….!!!, sakit koko….!pleease…!” rengekanku bukannya membuatnya iba, malah semakin beringas dengan membuka lebar2 liang serambi lempitku yang semakin memerah oleh jepitan jari2 koko Ichang…”Awwwhhh…sakit koko…pelan-pelannn…” bibirku mulai meracau, mulai menikmati permainan ini…”hahaha…masih sempit kawan…” dan “ elllllelelelelelelll…” lidahnya kini menggesek2 klitorisku tanpa mengemutnya…hanya menggesek2 saja tanpa dibasuhi oleh ludahnya…ohhh getek sekali…aku menggelinjang hebat…kakiku meregang…hampir menjepit kepala ko Ichang yang kini tepat berada di depan liang serambi lempitku…lama kelamaan serambi lempitku sendiri yang membuatnya banjir sampai menetes ke meja… “Hahahaha…! kamu terangsang juga pelacur jilbab!” bisik Mr.Ghandi sambil melumat bibirku…emmmhhh…emmpffffttt,,,,emmpfffttt…ehhhhhmmnnnmm…pegangan tangan om Enri sudah dilepasnya, kini tanganku bebas memegangi kepala Mr.Ghandi yang tengah asyik melumat bibirku..,menekannya lebih dalam ke arah bibirku….akupun membalas pagutan Mr.Ghandi…benar2 ciuman yang dahsyat, permainan lidah yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, pinggul dan kakiku menggelinjang hebat karena jilatan ko Ichang di itilku, bibirku tak berhenti mengeluarkan “cipap” bunyi khas ciuman erotis dengan Mr.Ghandi…ouhhh sangat memuaskan nafsuku…kini aku benar2 telah jadi pelacur berjilbab nasabah2 om Enri…”emmfffhhh emmmhhh…ouhhhhh…kokoo…pelan-pelan kokohhhmmffmmffftt..hemmmm..hhhhh emmmnnyyemmmm nyemmm…emmmhhhhh…!!!…ssshhhh hemhhhh owhhh… Mr.Ghandi…cium lagi Mister…emmhhfff…!” Aku jadi gila, sungguh wanita jalang yang masih mengenakan jilbab..! aku lupa diri akan statusku sebagai Ibu Rumah Tangga dan seorang muslimah yang semestinya menjaga kehormatan di depan laki2 yang bukan mahromnya… Pinggulku terus bergelinjang kuat, kedua kakiku masih dipegangi oleh Pak Joko dan Pak Broto agar tak menjepit kepala Ko Ichang…lama kelamaan, tubuhku bergetar…seperti ada aliran air bah yang hendak menjebol bendungan di dalam serambi lempitku…ya…aku hampir orgasme..”Ouhhh terus kokoh…terus jilat yang kuaatthh…Wie mau keluar kokoohhh….EMMHHHHHHHH…! crettt crettt…!” kini tenaga kakiku lebih kuat sehingga menjepit kepala ko Ichang…aku begitu terangsang..orgasmeku begitu dahsyat…hingga cairan senggamaku muncrat seperti pipis yang membasahi leher dan dagu ko Ichang Tubuhku terkulai lemas…pak Joko dan Pak Broto pun melepaskan pegangannya dari kaki ku…kedua kakiku dibiarkan menjuntai ke lantai, sementara tubuhku yang tertutupi gamis masih terlentang di atas meja “eksekusi”. Aku lihat semua pria itu melepas pakaiannya satu persatu, termasuk om Enri yang kini tak berbalut sehelai benangpun, namun ia masih menunggu kesempatan, ia masih berada di dekat kepalaku menyaksikan aku, keponakannya sendiri, yang tengah digerayangi oleh lelaki yang bukan suaminya… aku seperti sebuah makanan yang disajikan kepada harimau2 kelaparan di tengah hutan rimba.. Ouhh…kedutan2 di serambi lempitku masih terasa…aliran cairan senggamaku begitu nikmat ku rasakan mengalir sedikit demi sedikit dari liang serambi lempitku….aku sudah tak mempedulikan kondisiku yang masih berjilbab dan mengenakan gamis…aku hanya ingin diperkosa oleh pria2 besar ini…seandainya bisa bilang “Ayo Pak..perkosa aku sampe puasss…” Ku lihat disampingku Mr.Ghandi tengah mengusap2 rudalnya yang hitam coklat pekat, sangat besar dan panjang…melebihi ukuran rudal Pak Tigor… kini koko Ichang melepaskan kancing gamisku satu persatu…aku akan ditelanjangi…muslimah berjilbab ini akan ditelanjangi dan dijadikan pelacur oleh pria-pria ini! “yes!” dalam batinku…impianku terwujud dengan diperkosa oleh pria2 besar dengan kasar!. Plorooot…dengan mudahnya ko Ichang melepaskan gamisku, lalu ia melepaskan cup pengait bh ku yang telah sesak karena payudaraku yang sedikit membesar dan mengeras di ujung putingnya…lalu ia lemparkan bh ku ke samping meja” ooowhhhh putih sekali susu kamu Wie…, serambi lempit kamu legit, sekarang susu kamu gede dan sempurna…putingnya merah, kulit tubuh kamu putih bersih…saya suka…hahahahaha!”tawa kemenangan ko Ichang… “Iya kokohh…terserah koko mau apain puting saya…tolong perkosa saya segera koko…saya udah ga sabar dientot sama kokohh…” “HAHAHAHA…! dasar kamu pelacur! Pelacur qo pake jilbab! Emhhh! Emmm…emmmm slruuppp!” ko Ichang segera meremas kedua payudaraku dan mengulum puting kanan dan kiri secara bergantian…”Ouhhh..kokohhh..pelan-pelaannn…emmhhhh awwwhhh..sshshhhhh” jilatan dan gigitan-gigitan kecil begitu membuat nafsuku bergelora kembali, ko Ichang sungguh ahli membuat wanita takluk di pelukannya…”kokohhh…koko pinter…pi..pinter ngemut susunyaahhh….emmhhh…” kepalaku yang masih berbalut jilbab bergoncang ke kanan dan ke kiri..”emmhhh…cepet entot kokohh…!entot wiiieee….” Mendengar racauanku yang begitu erotis dariku, Mr.Ghandi mengambil posisi di selangkanganku…sementara Pak Joko dan Pak Broto hanya melihat adegan ini sambil mengocok rudalnya yang berukuran normal. Mr.Ghandi memegang kedua pahaku…lalu mulai menjilati lubang serambi lempitku dengan lembut…”emmm..emmmpp…clokclokclokclok…” permainan lidah Mr.Ghandi tak kalah juaranya di lubang serambi lempit…begitu pintar mengatur rangsangan wanita…Ukuran lidah Mr.Ghandi yang besar dan lebar serta kasar, cukup membuat serambi lempitku kembali berkedut-kedut kencang ingin menjepit lidah Mr.Ghandi di lubang serambi lempitku… “OUHHH..AAHHHH….’AAAHHHHH MISTEEEER….KOKOOHHH….WIE GA KUAAT…EMMHHH..TERUSSS…IYA TERUUSSS KOKO…..”tanganku yang sedari tadi memegang ujung meja, kini memegang kepala ko Ichang dan menekannya lebih dalam agar seluruh payudaraku masuk di mulutnya…kedua pasyudaraku telah basabh oleh air liur ko Ichang, serambi lempitku dan selangkangankupun telah basah oleh ludah Mr.Ghandi bercampur cairan kenikmatan dari serambi lempitku… Om Enri yang dari tadi hanya menyaksikan, mungkin tak kuasa menahan birahinya dan mengarahkan rudal besarnya ke arah mulutku dan…emffff…emmhhh…blop…blopp..bloppp…! om Enri memaju mundurkan rudalnya di mulutku, seolah ia tengah menggenjot serambi lempitku…jilbabku kusut tak karuan, basah oleh keringat kenikmatan yang keluar dari tubuhku… Om Enri memasukkan rudalnya di mulutku…ko Ichang masih asyik melumat putingku dan meremas payudaraku di sisi yang lain, Mr. Ghandi dengan keahlian permainan lidahnya menjilat dan menyedot2 seluruh isi di dalam liang senggamaku…”ouhhh…emmmhhh…!” 3 lelaki sekaligus yang memperkosa ibu muda berjilbab ini… Om Enri terus menggenjot rudalnya di mulutku semakin cepat…seperti dia mau keluar…”eeerrghhh..arrrgghhhh…oohhhhhhhh Wieeeeeee…om keluarrrrhhhhhhCROTTT CROTTT CROTTT…!” om Enri menyemburkan cairan spermanya di dalam mulutku hingga aku tersedak……spermanya luber dan belepotan di mulutku…om Enri tetap membiarkan rudalnya mengecil di dalam mulutku…sementara aku hampir muntah karena spermanya yang begitu banyak memenuhi ruang kerongkonganku…sebagian besar tertelan…sebagian lainnya luber… Aku nampak begitu hina di hadapan 5 lelaki hidung belang ini…jam menunjukkan Pkl.18.30… aku masih menyadari…bahwa saat ini seorang Ibu Rumah Tangga berjilbab yang tengah hamil muda…kini tengah asyik menikmati perkosaan dan pencabulan terhadap diriku… #Bersambung…#

Cerita Sex Dewasa - Istri Dokter, Godaan di Dapur
 

Nasabah piority Episode 2 Nafsuku begiu bergejolak, tak terbendung lagi orgasme yang ku rasakan begitu dahsyat tak seperti biasanya. Sekalipun dengan suamiku, ataupun dngan om Enri… Aku kini benar-benar lupa diri, lupa bahwa aku adalah seorang muslimah taat, yang selalu mengenakan jilbab kemanapun pergi… aku juga seorang ibu rumah tangga yang seharusnya setia menunggu suaminya di rumah…. menjaga kehormatannya untuk suamiku…tapi siaa sangka, kini tubuhku tengah dinikmati oleh 5 orang lelaki sekaligus… mulai dari serambi lempit…ppayudara…pantat…bibir…semuanya telah dijamah oleh nafsu bejat 6 lelaki yang saat ini tengah aku layani…aku seperti seorng ratu pelacur yang haus bercinta..tak pernah merasakan kepuasan hanya dengan 1 orang lelaki…sungguh benar-benar perkosaan oleh 6 lelaki sekaigus membuat nafsuku begitu terpuaskan…ta pernah sebelumnya serambi lempitku benar2 berkedut2 kencang menyemburkan cairan kenikmatan…tak pernah sebelu’”mnya kedua puting susuku begitu kencang dan gatal ingin selalu diemut, dijilat bakan digigit2 oleh mulut laki2 bejat ini… Perlahan rudal om Enri melemas dari mulutku, meninggalkan cairan sperma yang kebanyakan telah ku telan habis…mulutku belepotan oleh spermanya…jibabku awut2an tak karuan…nafasku tersengal,peluhku bercucuran di seluruh tubuhku…masih terdengar bunyi “cipak”-an dari arah serambi lempitku yang tengah di”gali” oleh lidah kasar Mr.Ghandi…suara “celepok” pun tak kalah erotisnya dari arah payudaraku yang kini ditelan habis2 oleh ko Ichang…”ouhhh terus kokohhh…emmhhh…puting wie dah keras banget koohhh….awww….emmhhh….koko nakaallll…” Emmhh nyammmm…memmmm…nyemmmm…slruppp sruuppp…tetek kamu emang kenyal dan besar dewi…ohhh saya suka tetek besar muslimah solehah seperti kamu…emmnyyemmm…emhh..’ “uhhh….makasih koko…terus koko…ko ichanggg..aaaaaahhhhhh…….” Kedua tanganku kini meremas2 kepala ko ichang yang sediit botak….mermas2 dan membenamkan kepalanya dalam2 ke arah payudaraku…rangsangan dahsyat ini benar2 membuatku lupa diri…lupa jilbabku, lupa suamiku….lupa kehamilanku…tapi aku benar2 menikmati pelacuran terhadap diriku saat ini…ouhhhh gilaaaaaaa….nikmaaaaat….. Mister ghandiiii..ouhhhh….gimana misterrrr…serambi lempit wie enak misteeer….? ouhhhh mister emang pinter maenin serambi lempit..ehhh wie ga sabar rasain rudal besar mister ghandi….ouuhhhhh…!!!! saking nikmatnya…kedua pahaku mulai menjepit kepala mister ghandi kuat-kuat….ohhh yesss aku hampir kimaks lagi…aku harus menyambutnya dengan liar…aku ingin merasakan orgasme yang luar biasa ini.. “ouhhhh koichangggg…misterrrr…wie mau keluar…hh emmhhh…wie mau muncraaaaatttttt…ku kedutkan kuat2 otot serambi lempitku…kepala ko ichang ku remas kuat-kuat…tubuhku menggelinjang sampai pinggulku kuangkat tinggi2…ouhhh hampir sampai…ouhhhh….hampir…s…mmpaiiii……ceerrrrrrr….! cerrr…..!!!!! dan…emmmffttttt…! ouhhhhh nikmat tiada taraaa! Cairan senggamaku benar2 muncat seperti pipis membasahi wajah mister ghandi…tapi semprotan yang ketiga keburu dihisap oleh mulut mister ghandi…tubuhku sedikit gemetar…mungkin karena sebelumnya tidak pernah orgasme seliar ini…benar2 mencptakan kenikmatan yang tiada tara…..tubuhku terkulai lemas…ko ichang dan mister ghandi menghentikan seentara aktivitasnya…

“Pak Enri…benar-benr pintar cari pelacur yang bagus kayak keponakan pak Enri ini.. sudahlah cantik,kulit bagus serambi lempit dan tete bagus…tapi yang lebih saya suka…dia muslimah solehah lagi…HAHAHAHAHA… saya jadi gak ragu lagi karen pasti dia bersih dari penyakit..” komentar ko Ichang… “kalau begitu…tunggu apa lagi Ko…mari kita eksekusi dia di kasur itu…” balas om Enri… “tapi saya ingin fantasi lain…” potong mister ghandi…” saya ingin dia pake seragam customer service bank kamu Pak enri…saya ingin dia benar2 berperan sebagai customer service yang melyani nafsu kami berempat…HAHAHAHAHA” “seru juga fantasy anda mister” saut pak Joko dengan tubuhnya yang teah bugil” “baiklah bapak2…saya sudah siapkan semuanya..ayo wie,pake seragam kantor om ya..” Aku hanya mengangguk lugu…dalam hati ku kegirangan karena ini fantasy yang benar2 belum pernah aku rasakan sebelumnya…dientot ramai2 dengan menggunakan seragam kantor lengkap dengan jilbabnya… Aku dipakaikan seragam model bluzz, berwarna biru dongker dengan list kuning emas….dipakaikannya jilbab berwarna kuning emas juga…bahkan, bh dan celana dalampun telah disiapkan oleh om enri…aku begitu cantik…layaknya seorang customer service sebuah bank yang biasa melayani nasabah dengan setulus hati… “kamu pahamkan caranya wie..?” “iya om…wie sering ke kantor om qo kalo mau nabung…” Om Enri haya tersenyum…kuihat sekilas rudal Om Enri telah kembali tegak dan mengeras, mungin dia terangsang setelah melihatku mengenakan seragam kantorya.. Aku bergegas ke sebuah meja di depan kasur yang telah disiapkan…ke empat lelaki gendut itu berjajar dengan mengusap2 rudalnya yang telah tegak sedari tadi…aku begitu gugup…nafasku masih sediit tersengal setelah orgasme yangbenar2 dahsyat tadi…kaki ku masih sedikit gemetaran…jantungku beregup kencang seperti gugupya orang yang akan wawancara/ interview dengan bos besar….tapi ini plus daya rangsang dan nafsu syahwat yang menggelegak!… Aku mulai memberaikan diri untuk memulai….aku tersenyum kenikmatans..berdiri tegap dan merapatkan kedua telapak tanganku di depa dada (seperti ketika maaf2an saat lebaran), “Selamat malam Bapak-bapak, selamat datang di Bank kami…ada yang dapat saya bantu…?” Keempat lelaki itupun tertawa terbahak2…”HAHAHAHAHA…baguss…bagusss…!” “rudal saya ini mbak, tegang terus dari tadi…mbak punya solusi” ujar pak Joko… Sambil tetap menjaga senyuman dan gaya profesional layaknya pegawai bank asli,meskipun sedikit gugup“ohhh ko…rudal bapak tegang ya.? Emmhhh kami tentu saja ada solusi pak,kami menyediakan layanan menggenjot serambi lempit dan sepong rudal pak…” “ohhh gitu ya…?” “iya pak…kami akan memberikan pelayanan excelent yang belumpernah bapak rasakan di bank manapun…” “serambi lempit siapa yang bisa kami pake…? emang cukup buat nampung 4rudal sekaligus?!hahahahaha!!!” Aku benar-benar terangsang dengan permainan ini, bagaimana caranya agar aku bisa langsung dieksekusi tanpa harus berbasa-basi dulu…serambi lempitku benar2 telah gatal…nafsuku telah memuncak dan menggelegak…! “Tentu saja bisa pak…dan tentu saja serambi lempit saya pak… 4 rudal sekaligus juga bisa, nanti bapak bisa memasukanya di serambi lempit saya satu, ehmmm…di pantat saya satu…(jantungku semakin berdegup kencang)…dan di mulut saya satu pak…ehmm satu lagi saya kocok pake tangan saya pak…bagaimana? bapak bersedia?” tawar ku ramah “emangnya apa kelebihan serambi lempit sama lobang pantat kamu mbak..?” celetuk pak Broto smbil mengocok rudalnyayang ujungnya telah mengkiat.. “ohhh…emmm….i…ituu….serambi lempit saya masih rapat pak, karena jarang disetubuhi oleh suami saya, pantat saya juga masih perawan pak,bapa bisa merasakan jepitan ekstra di rudal bapak, kalo maslah sepongan rudal, sudah bukan masalah buat saya…kalo bapak tidak percaya, silahkan bapak lihat serambi lempit saya ya…” Lalu aku pun berjalan sedikit ke pinggir meja,nampak semua mata melotot memandang ke arahku karen begitu terangsang oleh permainan ini…disamping itu, aku yang masih mengenakan seragam bank *** lengkap dengan jilbabnya….putingku sudah mengeras dari tadi, serambi lempitku sudah gatal juga…nampak pak Joko sudah tidak kuat menahan gejolak nafsunya, ia memercepat kocokannya dan CROTTTT CROOTTTT CROTTT….“ohhhh..ahhhmmmm….mbak,rudal saya sudah muncrat…” sesalnya, “tidak apa-apa pak…nanti saya bangunkan lagi rudal bapak…” kataku “inilah saatnya mereka menerkamku”gumamku dalam hati, “silahkan bapak perhatikan baik-baik ya…” lalu perlahan ku pelorotkan rok panjang brwarna biru itu ke lntai…perlahan melewati lutut…dan..kini roknya telah jatuh ke atas lantai….tubuhku kini hanya mengenakan atasan bluss, jilbab kuning emas, dan celana dalam transparan, sorot mata mereka kini tertuju pada selangkanganku…celana daam yang transparan membuat belahan serambi lempitku terlihat samar dari kejauhan, tubuhku yang bahenol membuat keempat lelaki ini melongo seperti serigala yang berceceran air liur ingin menerkam mangsanya…”silahkan bapak perhatikan ya…saya akan melepas celana dalam saya…dan akan memperlihatkan serambi lempit saya kepada bapak-bapak semua…” lalu aku duduk di ujung meja itu dan mulai memperagakan serambi lempitku kepada mereka…aku memasukkan jari jemariku ke dalam celana dalam transparanku, mebuka celahnya yang telah basah dan merah merona…” nahhh bapak-bapak..emhhh…inilah serambi lempit kebanggaan saya, kebaggaan kami di bak *** ouhhh….bapak bisa lihat dari warna serambi lempit saya yang berwarna pink kemerahan…lubang serambi lempitnya yang masih sempit..” lalu ku buka dengan jari telunjuk dan jempol untuk membuka bibir serambi lempitkuyang menutui lubang serambi lempitu dan itilku…kini nampaklah lubang serambi lempitku yang indah..”ouhhh lihat baik2 pak…lubangnya masih smpit…pasti akan enak kalo rudal bapak masuk ke dalam lubang ini pak…emmhhh..” aku mulai meracau karena dorogan nafsu syahwat yang tak terbendung,tanganku yang lain mulai meremas-remas payudaraku, tanganku yang lain mulai memainkan itilku dengan memutar2nya dengan jari dan sesekali memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang serambi lempitku yang telah basah kuyup…”bagaimana pak serambi lempit saya…? silahkan bapak coba masukin rudalnya kesini pak…sambil memilin2 itilku,kini aku mulai iar dan binal dengan mengemut emut jarijemariku ke dalam mlutku… ohhhh aku terangsang hebat….berharap keempat lelaki itu segera menyergapku dan “menyiksaku” di atas kasur empuk itu… mereka terlihat sangat terangsang melihat seorang muslimah binal yang berseragam sebuah bank ternama, dengan masih lengkap mengenakan jilbabnya kini tengah memberikan adegan “pelayanan bank yang begitu erotis” Namun ko Ichang sepertinya sudah tidak sabar, saat pantatku sampai di ujung meja dan akan mengangkat kaki kananku, ia buru-buru menyerobot dan memeluk pinggulku sambil menjiati serambi lempitku yang masih terbungkus clana dalam transparan. HEMFFTTTT..EMMHHHH HEMMMHHHH ERRRGGHHMMM…NYEMMMM…. “ouhhhh Ko ichang..emhhh…aahhhhhh….apakah anda sudah tidak sabar kohh..?..” msih saja ku berkata-kata layaknya customer serice asli nmun tengah disedot dan djilati serambi lempitnya…jariku yang lain masih tertanm di mulutku…u emut2 dan memejamkan mata menahan kenikmatan yang tiada tara… BREEKKKKKKKK…! ohhhhh….ko ichang begitu ganas! Dia merobek celana dalamku kembali melumat habs serambi lempitku dan bagian dalam lobang serambi lempit…ia hisap kuat-kuat lubang serambi lempitku…seolah ingin menghisap seruh cairan senggamaku yang telah banjir dan mungkin dengan darah2nya…saking kuatnya sedotan ko ichang membuat badanku menggelijang-gelinjang….namun tetap mempertahankan bahasa baku layaknya seorang pegawai yang tengah bertugas melayani nasabahnya. “emhhhh..emhhhh..aowwwwwhhh….sshhhhh….silahkan kohh…terus sedot koohhh…kamis.siap melayani andaa..hhemmmmmm emmmhhhhh…Pak Joko….pak Broto….Mister ghandiihhh….silahkan dinikmati tubuh saya….emmhhhhhh saya siap dientot lewat lubang pantat…lewat mulut saya…emhhhhh…kokohhh….eemmmhhhh” Lalu pak Joko dan Pak Broto mendekatiku…mereka masing-masing di kanan dan kiriku…mereka megangkatku…sesekali pak Broto mengelus2 jilbabku….kini badanku terangkat seperti sedang dibopog, ko ichang mengangkat kedua kaki ku, sehingga badanku kini melayang di udara, jilbabku sedikit menjuntai ke bawah…kepalaku otomatis terjutai ke belakang…ohhh…sensasinya luar biasa…dengan kedua lengannya, kedua kakiku menyangga di bagian lutut, seperti posisi orang yangmau melahirkan…rupanya ko ichag bersiap memasukka rudalnya ke dalaserambi lempitku…saat yang aku tunggu2 sejak awal,akhirnya mau dimulai juga…ko ichang perahan mengarahkan rudalnya ke dalam liang senggamaku…passs ujung rudalnya menempel di lubang serambi lempitku, dia lalu perlahan mmasukkan slruh batangrudalnya dan..blesssss…..”uhhhhhhh….” aku melenguh kenikmtan…begitu uga ko ichang yang sudah berlumur keringat…..aelangkanganku kini menempel kuat di bagian pinggang ko ichang, seperti dikunci oleh rudal ko ichang yang kini menancap kuat di dalam serambi lempitku… kedua kakiku kulingkarkan ke punggung ko ichang, agar ia mudah memaju mundurkan pinggulnya…ouhhh posisi apa ini!? Badanku tak menepe di lantai atau di kasur, tapi ini menggenjot sambil berdiri, sementara aku digendong…ohhhhhhhnimat sekali…aku sampai memejamkan kedua mataku…aku tak snggup berkata2 saat itu… Ko Ichang mulai memaju mundurkn pinggulya, menibulkan bunyi khas yang sangat erotis..”CLOPPP…CLOOPPP..BOPPPP…BOPPP…CLOKKKK..CLOKKKK…!” serambi lempitku banjir skali… OHHHH ONGHHHHH OHHAAAHAHHHHHH…KOKOOOHHHH..ENNNAKKKKK..TERUUUUUUSSSS…! Aku meracau sekuat2nya karena tak sanggup menahan rangsangan ini yang begitu kuat…aku tak lagi ingat bahwa aku adalah istri mas hendra…istri mas hendra yang selalu menjaga keormatannya…selalu menutupi kepalanya dengan jilbab…tapi kini…serambi lempitku tengah diobok-obok oleh laki2 lain, dan aku sangat menikmatinya! Mafkan aku mas hendra…aku butuh kenikmatan… Saat au meracau…tiba-tiba kurasakan sebuah bena besar menempel di mulutku…saat kubuka mataku, ternyata rudal mister ghadi!…dngan posisi kepalaku yang terbalik,aku dipaksa menyepong rudal besar mister ghandi dengan posisi kepala terbalik…”eemmmffff..nggghhh..emmmmmhhh….!” Aku masih lengkap mengenkan busss seragam pegawai banknya om Enri…tubuhku telah banjir keringat… serambi lempitku disodok ko ichang,mulutku pun disodok mister ghandi… “hahahaha…dasar dewi peacur bejilbab! Kamu benar2 menikmati permainan kami ya?! Hahahaha”cloteh pak broto sambil menahan tanganku.. “emmhhh…hemmmm…ehhhhmmmmmmm ngeeehhhhh…!!!!” akutak bisa berkata karena badanku berguncang2 oleh sodokan ko ichang dan mister ghandi…mereka kuat sekali…30mnit sodokan konto mereka tak membuat spermaya seger muncrat…kurasakan rudal ko ichang masih keras…begitupun rudal mistr gandi di mlutku masih tegang dan sesekali aku tersedak karena rudalnya mentok di ujung tenggorokanku… Karena pegal, akhirnya mereka membopongku ke atas kasur…dengan rudal ko ichang yang masih meancap kuat di serambi lempitku…hanya rudal mister gandi yang dicabut karena menghalangi jalan… Sesampainya di kasur ko ichang memilih terlentang di kasur,aku dibopong pak broto dan pak joko untuk menindihnya….sungguh aku sepeti kerbau yng dicocok hidunnya sehingga menuruti semua kemauan keempat nasabah om Enri ini…setelh ko ichag berbaring…kupun menncapkan dlu rudal ko ichang yang sempat terlepas…blessss…”ouhhhh..! bagaimana ko ichang…serambi lempit saya nikma kan…?”lalu aku memeluk ko ichang dan meluat bibirya…saling bersilat lidah, sambil pinggulku naik turun mengocok rudal ko Ichang sambil tengkurep…ko ichng hanya meremas2 kepalaku yang terbungkus jilbab kuning, lalu mister ghandi menindih kami berdua! Shingga ia ada d punggungku.. ”Bu Dewi…saya coba lubang pantatnya ya…”bisiknya… Ohhh aku kaget bukan kepalang…aku memang menawarkan lubang pantatku tadi, tapi …kini aku benar2 gugup… saat ujung rudalnya menempel dipantatku…karena rudal ko ichang masih menancap di serambi lempitku, lubang pantatku jadi semakin rapat! Mister gandi pun meludahi lubang pantatku untuk mempermudah masuknya rudal mister gandi ke dalam lubang BABku… Sangat sulit! Lubang pantatku belum pernah dimasuki benda apapun! Sehingga aku berteriak kencang saat rudal mster ghandi memaksa masuk ke dalam liang sepit itu.. “AAAAAAHHHHHHHHH..!!! pelan.pe….laannnn misterr…..ouuuhhhhh SAKIIIIIIITTTTTTTT….!!!!” Aku benar-benar merasakan sakit yang luar biasa…tak merasakan kenikmatan sedikitpun! Ko Ichang yang rudalnya masih menancap hanya cengar-cengir…merasakan kedutan2 kuat serambi lempitku karena menahan sakit dari arah pantatku…aku berusaha bangkit, mengangkat badanku dengan kedua tanganku tapi sia-sia, ko Ichang malah memreteli kancing depan buzzku satu persatu namun tidak melepaskan jilbabku…Aku benar-benar dalam keadaan yang tersiksa kali ini… Setelah kancing depanku terbuka ko Ichang mulai menggerayangi payudaraku dan membiarkannya terjuntai menggelantung di atas mukanya… ia meremas-remas…sesekali mnyedot puting susuku yang sudah keras..Rasa sakitku sedikit terobati dengan jilatan ko ichang di pauydaraku… “Pantat bu Dewi memang masih perawan…rudal saya susah sekali masuknya bu..” “ b..bb..baik mister…saya usahakan rudal mister segera masuk ke dalam lubang anus saya…ouhhh…ahhhhhh….” Perlahn tpi pasti…rudalbesar mister ghandi sudah mulai menyeruak ke dalam liang anuskku…dan…blesssssss…! seluruh btang rudalnya menyeruak masuk diiringi teriakanku yang tak tertahankan…” AAAAAAHHHHHHHHH….!!!!” Aku terjatuh lemas di dada ko Ichang yang sedari tadi memiin2 puting ku…lalu aku diciuminya untuk membantu ku menghilangkan rasa nyeri.. “Julurkan lidah kamu mbak dewi…biar saya bisa menjiatinya…”seru ko ichang…akupun menuruti perintahya…dan kamipun saling bersilat lidah, sesekali mulut kami saling menyedot dan mencium..”clepok…sllruuppp…nyemmm…emmmhhhh…kokohh…nikmat kohh….emmmm…” Luar biasa…kini aku menjadi pegawai bank yang benar2 dalam kuasa 4 lelaki sekaligus… ko ichang berada di bawah, rudalnya menancap di lubang serambi lempitku…mister ghandi yang menindih kami berdua, dengan rudalnya yang kini bertengger di dalam anusku…suatu kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya… Koichang dan mister ghandi mulai mngocok rudal mereka masing2….aku menggelinjang hebat karena gesekan rudal di dalam serambi lempit dan di dalam anus sekaligus…”AAAWWHHHHH…..HAAAAAAAHHH….OOWWWHHHH……!!!” “CLOP CLOP CLOPCLOP….BLOB BLOB BLOB….” Pak Joko dan Pak Broto pun meminta jatahnya…mreka berdiri di samping kanan dan kiri ku…pakjoko lalu mengarahkan mulutku agar mengulum rudalnya yang telah mengkilat, “Emmffftt.emmhhh….hemmm…nyemmmmm…” Pak Broto mengarahkan tangan kiriku untuk mengocok rudalnya…lalu secara giliran aku mengulum rudal pak joko yang berukuran kecil, tangan kananu mengocok rudal pak Broto…begitu seterusnya…Aku benar2 dibuat lelah…seluruh tubuhu bekerja… serambi lempitku disodok, lubang anusku juga dikuras habis oleh rudal besar mister gandi…mulutku bertugas mengulum rudal pak Joko dan pak broto secara bergantian… tpi sungguh sensasi bercinta yang luar biasa yang aku rasakan…aku tak pedui lagi akan jilbab yang masihaku kenakan,suamiku yang tengah sibuk dengan pekerjaannya,dan kondisikehamilanku… “ouhh.ohhhhh…ohhh….bagaimana bapak-bapak…tubuh sya ikmat kan…ayo pakk…cepat keluarkan spermanya…emmhhhhh ooouuuhhhh….ko ichangg…keluarin spermanya di dalam serambi lempit saya ya koh….serambi lempit saya udah ga sabar pengen nelen sperma koichang…” “ahhhh..ahhhh…binalnya kamu dewi….saya hapir keluar…aahhhh….ooohhhhh…serambi lempit kamu sempit….serambi lempit muslimah solehahhhhh…eeuhhhhhh….ini terima sperma sayaaaaa…..AAAAHHHHHHH…!!!” dengan sepenuh tenaga koichan menghentakkan pinggulnya ke arah pinggulku dan membenamkan rudalnya dalam2 hingga mentok ujung dinding serambi lempitku…,…CREETTTTTT…CREETTTTTTTT…CREEETTTTTTT….! akhirnya lahar hangat koichangpun tumpah di dalam serambi lempitku… “aahhhh..kkoookooohhh spermanya hangaatt…terimakasih kokohhh…” aku menatap wajahnya yang kelelahan laluau mencium mesra bibir koichang…cluppp…slrup… Di atas sana masih berjuang mister gandi di lubang anusku… ia kini menarik jilbabku dari belakang, layaknya ia sedang memperkosa seekor kuda betinanya…yahh…memang saat ini aku merasa seperti kuda peiharaan mister gandi yang tengah diperkosanya… saking kencangnya mister gandi menarik jibabku..membuat kepalaku sedikit menengadah ke arah depan….”Ahhhhh…!!!” kesempatan ini tak disia-siakan pakBroto untuk memasukkan rudalnya ke dalam mulutku. ‘emut rudalku sayang…aku jugahampir keluar… kamu tela habis spermaku dewi…!” “eemmmffftt…emmhhhh…clpop…emnngghhhhh…” mulutku benar2 dijadikan serambi lempit ke-2 oleh pak Broto…ia memaju muundurkan rudalnya dengan keeatan tinggi di dalam mulutku.. Sesaat sebelum ia klimaks…pakBroto memegang kepalaku dan menekan rahangku agar tidak terbuka…! ia benamkan dalam-dalam rudalnya di dalam mulutku dan…CROOOTTTT..CROOOTTTT…CROOTTTTTT…!! “EKKHHHHHH…HEEUNGKKKKHH…!” Aku sampai tersedak! Sperma itu langsung menyembur ke dalam kerongkonganku, aku tak sempat memuntahkannya…jijik sekaligus kenikmatan tiada tara,karena saat itu masih tertancap kuat rudal ko ichang dan mister gandi di dalam serambi lempit dan lubang anusku… Belum sempt ku menghela nafas setelah pakBroto mencabut rudalnya…kini gliran pak Joko membenamkan rudalnya ke dalammlutku secara paksa..EMMFFTTTT..! mataku terbelalak! Nafasku tersengal kehabisan oksigen!…namun untungnya pak Joko ta memajumundurkan rudalnya, ia hanya membenamkan dan menekan kepalaku agar terus diemut dan disedot olehku…tak berselang lama…”AAAHHHHHHHHHhh..emmmmmhhhhhh…!” pak Joko pun memunthkan spermanya d dalam mulutku, akupun dipaksa menelan habis sperma pak Joko, meskipunada sebagiannya yang luber ke luar mulutku… Mulutku menjadi belepotan sperma..mataku hampir mengeluarkan air mata, nafasku tersengal-sengal…sudah lebih dari 5 kali orgasme yang ku keluarkan… jilbabku pun tak karuan dengan bluzzku yang terbuka kancing di bagian dada… kini giilran mister gandi… Bunyi hantaman pinggul mister gandi dengan pantatku yang berisi asih terdengar jelas…”POK POK POK POK…!!” “ayo misterr….yang lain sudah keluar…mister keluarin spermanya di dalam pantat saya mister….” aku memelas…sebagai “pelacur” mereka,aku harus melayani mereka sepenuh hatiku… Mister gandi pun mempercepat tempo…semakin kuat, semakin cpat kocokannya, sungguh rasa yang tiada tara yang ku rasakan di lubang anusku, sementara rudalko ichang sudh mulai mengecil,menimbulkan rasa geli-geli nikmat yang belumernah kurasakan sebelumnya…lalu mister gandi menarik kedua tanganku dengan kedua tanganya ke arah belakang,hingga kedua tanganku terbntang ke kanan dan ke kiri, mengangkat dadaku hingga payudaraku menyembul keuar dari bluzz yang memang telah terbuka kacingnya… posisi ini kembali menghadirkan gairahku…akupun mendekati orgasme seperti mister gandi… “ oohhhh misteeerrr….saya hampir keluarrrr….ememmmhhhhhhhhh…..aawwwhhhhhhhhh!!!” ‘oh oh oh oh…saya juga dewi…AAAHHHHHH ! dewi pramana pelacur! Ahhhh… DEWI PRAMANA BINAAALLLL…OUUHHHHH SAYA KELUAR…AAAHHHHHHHH…! CROOOTTTTTCROOOTTTTTT…CROOOTTTTT…!!!!!!! Puncak ejakulasi yang bersamaan…luar biasa perkosaan ini…aku terkulai lemas…merekpun mengalami hal yang sama…koichang sudah mencabut rudalnya, begitu juga mister gandi, dan membiarkanku terlentang tak berdaya di atas kasur dengan jilbabku yag masih membungkus rambutku… multku berlumuran sperma, serambi lempitku sedikit memar dan banjir sperma…begitu jga liang annusku yang memerah memar dan megeluarkan sperma mister gandi yang lebih banyak di banding yg lainnya… serambi lempit dan anusku memang terasa ngilu,,tapi melayani nafsu bejat 4 lelaki sekaligus memberikan kenikmatan yang tiada tara padaku… hari itu memang aku etelah menjadi “pelayan”mereka..menjadi “customer service” nasabah priority om Enri…aku tak peduli… hanya kenikmatan yang ku cari…dan aku mendapatkan kenikmatan itu… Aku berdiri dengan bagian bawah ku telanjang, payudara yang menyembul dari bluzzku, melihat mereka berempat yang kelelahan…aku terenyum, kembali kepada “SOP” seorang customer service yang akan mengakhiri pelayanannya…”Adalagi yang dapat saya bantu Bapak…? mudah-mudahan serambi lempit saya sudah membuat puas rudal-rudal besar bapak-bapak semua…” “Dewi…tolong bersihkan rudal kami dengan jilbab kamu…tpi kamu sambil menggigit celana dalam kamu,dn berkeliling smbil merangkak..”seru ko Ichang… Sebagai “customer service”tak ada yang dapat kulakukan selain mematuihi periintahnya…akupun merangkak dengan bertelanjang di bagian pinggul ke bawah, jilbab masih terpasang…dan aku membersihkan rudal mereka satu persatu dengan jilbabku hingga bersih dan kering… higga akhirnya…mereka mengizinkaku untuk pulang…dan om Enri tertawa kegirangan…karena berhasil mencapai target kantornya sesuai komitmen mereka di awal…sementara akumasih tetap merasa sebagai gundik2 mereka…. Sesampainya di rumah..aku terkuai lemas…dan tiba-tiba penglihatanku menjadi gelap….

#Tamat#

Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel